Minggu, 25 November 2012

Penerapan Green Economy di Indonesia (BI-01-SS-12)




 Green economy atau disebut juga ekonomi hijau menurut UNEP (Badan PBB untuk program lingkungan Hidup) adalah suatu model pembangunan suatu model pembangunan untuk mencegah meningkatnya emisi gas rumah kaca danmengotasi perubahan iklim. Model ini punya peran untuk menggantikan modelhitam yang boros konsumsi bahan bakar fosil, batu bara, dan gas alam. GreenEconomy dipakai atas dasar pentingnya ekosistem buol aktivitas manusia sebagaipelaku ekonomi dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas. Selain itu,green economy juga jadi jalan keluar agar lingkungan yang ada tercipta bersih danbebas polusi.Pada saat ini secara global tantangan yang dihadapi adalah masalah lingkungan yang diakibatkan perubahan iklim dan krisis finansial. Pada pertemuan Governing Council / GMEF UNEP upaya pembangunan ekonomi hijau merupakan upaya yang tepat dalam menghadapi krisis finansial global dengan
semboyan “ The Global Green New Deal”. Menurut UNEP beberapa Negara yang
telah merespon krisis finansial dengan ekonomi hijau yaitu dengan investasi pada infrastruktur hijau, mengurangi emisi karbon misalnya :

1.Cina mengalokasikan 12% dari US$ 586 milyar paket stimulusnya untuk energiefisiensi, peningkatan kualitas lingkungan, meningkatkan 2 kali lipat pendanaan untuk pembangunan transportasi perkereta apian (low carbonemission), pembangunan jaringan listrik baru sebesar US$ 70 milyar.

2. Jerman telah melakukan pembangunan ekonomi hijau dengan meningkatkan pendanaan yang tersedia sebesar US$ 3,78 milyar untuk membiayai renovasi untuk bangunan agar menjadi bangunan hijau,mempercepat investasi pada transportasi dan mensubsidi pengembanganpembangunan per-keretaapi-an, pengelolaan air, mengurangi pajak untukbangunan hijau dan memberikan keringanan pajak keuntungan untukkendaraan yang ramah lingkungan.

3.Republik Korea
Selatan telah menetapkan “Green New Deal”, dimana
pemerintah akan menginvestasikan US$ 38 milyar untuk 4 tahun mendatang
untuk “perencanaan pertumbuhan hijau” yang terdiri dari 36 proyek besar yang
terdiri dari program pemulihan 4 daerah aliran sungai yang utama, membuat jalan sepeda, meningkatkan sampai 68000 kendaraan yang ramah lingkungan,dan mengganti sebanyak 20% lampu-lampu untuk fasilitas umum menjadilampu hemat energi dan lain sebagainya.

4.Dan menurut Hillary Clinton, pada pembukaan pertemuan pertama persiapanMajor Economies Forum bulan April 2009 yang lalu mengatakan bahwa daridana rencana recovering sebesar US$ 80 milyar digunakan untuk programrenewable energi dan energi efisiensi yang diyakini keluar dari krisis menjadi green recovery

 5.Selain itu beberapa negara berkembang seperti Bangladesh, Srilanka juga melakukan berbagai aktifitas untuk
low carbon emission
, energi effisiensi serta kebijakan fiskal memungut pajak lingkungan yang digunakan sepenuhnya untuk perbaikan lingkungan. Dengan melihat beberapa Negara yang sudah menerapkan
 green economy
atau ekonomi hijau, di sini penulis akan membahas sejauh mana Negara Indonesia menerapkan konsep
 green economy
pada pemerintah dan masyarakat-masyarakatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar