Kamis, 03 Januari 2013

Ungkapan Hati


ingin ku segera memelukmu
membawamu untuk iringi langkah ku
namun tak berhak aku
dan takkan kupaksakan itu
kau masih belum milikku
belum jadi kekasihku
dan ku belum jadi bagian hidupmu
belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu
meski terasa lelah aku bertahan
aku akan terus menahan
segala kerinduan
dan hasrat yang tak terucapkan
kau bagai bulan
bersinar terangi gelap malam
terlihat oleh mataku tanpa penghalang
namun kau sulit tergapaikan
tapi aku pasti bertahan
karena kau tlah memberiku harapan
akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan
meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu
karena yang inginkan kau bukan hanya aku
engkau putri raja yang didamba
banyak  pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu
sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu
Ya… Aku memang prajurit tak bernama
tak sekuat kesatria
tak semenawan pangeran
hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja
namun aku pasti menunggumu
menunggu jawaban dari cintaku


Minggu, 25 November 2012

Konsep Pasar Yang Efisien (BI-01-SS-12)




Untuk bidang keuangan, konsep pasar yang efisien lebih ditekankan pada aspek informasi, artinya pasar yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang diperdagangkan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia. Informasi yang tersedia bisa meliputi semua informasi yang tersedia baik informasi di masa lalu (misalkan laba perusahaan tahun lalu), maupun informasi saat ini (misalkan rencana kenaikan dividen tahun ini), serta informasi yang bersifat pendapat/opini rasional yang beredar di pasar yang bisa mempengaruhi perubahan harga (misal, jika banyak investor di pasar berpendapat bahwa harga saham akan naik, maka informasi tersebut nantinya akan tercermin pada perubahan harga saham yang cenderung naik).
Konsep tersebut menyiratkan adanya suatu proses penyesuaian harga sekuritas menuju harga keseimbangan yang baru, sebagai respons atas informasi baruyang masuk ke pasar. Meskipun proses penyesuaian harga tidak harus berjalan dengan sempurna, tetapi yang dipentingkan adalah harga yang terbentuk tersebut tidak bias. Dengan demikian, pada waktu tertentu pasar bisa overadjusted atau underadjusted ketika bereaksi terhadap informasi baru, sehingga harga baru yang terbentuk tersebut bisa jadi bukan merupakan harga yang mencerminkan nilai intrinsik dari sekuritas tersebut. Jadi hal yang penting dari mekanisme pasar adalah harga yang terbentuk tidak bias dengan estimasi harga keseimbangan. Harga keseimbangan akan terbentuk setelah investor sudah sepenuhnya menilai dampak dari informasi tersebut.

Beberapa kondisi yang harus terpenuhi untuk tercapainya pasar yang efisien, yaitu:

1. Ada banyak investor yang rasional dan berusaha untuk memaksimalkan profit.
2. Semua pelaku pasar dapat memperoleh informasi pada saat yang sama dengan cara        yang murah dan mudah.
3. Informasi yang terjadi bersifat random.
4. Investor bereaksi secara cepat terhadap inforamasi baru, sehingga harga sekuritas akan berubah sesuai dengan perubahan nilai sebenarnya akibat informasi tersebut.



Efisiensi Pasar Modal & Implikasinya (BI-01-SS-12)

Efisiensi pasar merupakan salah satu topik mendasar yang perlu kita renungi karena berkaitan langsung dengan relevan atau tidaknya kegiatan untuk berusaha memprediksi arah harga (timing).
Sebagian besar kalangan akademisi berkeyakinan bahwa pasar saham merupakan pasar yang efisien. Suatu pasar dikatakan efisien apabila harga barang-barang yang dijual telah menunjukan semua informasi yang ada sehingga tidak terbias (not biased) menjadi terlalu murah atau terlalu mahal. Perubahan harga di masa mendatang hanya tergantung dari datangnya informasi baru di masa mendatang yang tidak diketahui sebelumnya. Perubahan harga terjadi dengan sangat cepat sehingga tidak memungkinkan untuk dieksploitasi. Karena informasi baru datangnya tidak bisa diduga, maka perubahan harga pun tidak bisa diduga alias random.

Di dalam suatu pasar yang efisien, tidak mungkin seseorang untuk secara konsisten mengalahkan performa pasar dengan memakai informasi yang telah diketahui pasar, kecuali dengan mendapatkan keberuntungan (luck). Dalam setiap periode, kira-kira setengah investor akan mendapatkan hasil lebih baik dari pasar dan setengah lagi akan mendapatkan hasil yang lebih jelek hanya karena keberuntungan/kesialan.
Teori pasar yang efisien tergantung pada asumsi bahwa semua pelaku pasar mengolah informasi secara rasional dan secara rata-rata informasi yang dimiliki semua pelaku pasar adalah benar (meskipun tak seorang pemainpun memiliki semua informasi yang benar: misal sebagian memiliki informasi yang bagus-bagus sebagian lagi memiliki informasi yang jelek-jelek tentang suatu perusahaan). Pasar yang efisien juga memerlukan sekelompok pemain yang dengan cepat akan meng-arbitrage bila kemungkinan arbitrage (keuntungan tanpa resiko) muncul.
Biasanya hipotesa tentang efisiensi pasar dibagi menjadi 3 bagian:
  1. weak form: menyatakan bahwa semua informasi berkaitan dengan harga-harga, transaksi volume, atau informasi pasar modal lainnya di masa lampau tidak ada gunanya. Bila ini benar, maka segala bentuk Teknikal Analisis tidak berguna sama sekali.
  2. semi-strong form: menyatakan bahwa semua informasi yang sudah diketahui publik (baik itu informasi dari pasar modal seperti harga-harga di masa lampau maupun informasi fundamental lainnya seperti laporan keuangan) tidak berguna. Informasi dari segi fundamental yang baru datang akan langsung terlihat di harga sehingga tidak bisa dieksploitasi. Bila hal ini benar, maka semua bentuk Teknikal Analisis dan Fundamental Analisis tidak bisa memberikan nilai tambah.
  3. strong form: menyatakan bahwa semua informasi yang ada baik itu publik atau privat (insider information misalnya) sudah terlihat di harga saham sehingga tidak lagi bermanfaat.

Penerapan Green Economy di Indonesia (BI-01-SS-12)




 Green economy atau disebut juga ekonomi hijau menurut UNEP (Badan PBB untuk program lingkungan Hidup) adalah suatu model pembangunan suatu model pembangunan untuk mencegah meningkatnya emisi gas rumah kaca danmengotasi perubahan iklim. Model ini punya peran untuk menggantikan modelhitam yang boros konsumsi bahan bakar fosil, batu bara, dan gas alam. GreenEconomy dipakai atas dasar pentingnya ekosistem buol aktivitas manusia sebagaipelaku ekonomi dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas. Selain itu,green economy juga jadi jalan keluar agar lingkungan yang ada tercipta bersih danbebas polusi.Pada saat ini secara global tantangan yang dihadapi adalah masalah lingkungan yang diakibatkan perubahan iklim dan krisis finansial. Pada pertemuan Governing Council / GMEF UNEP upaya pembangunan ekonomi hijau merupakan upaya yang tepat dalam menghadapi krisis finansial global dengan
semboyan “ The Global Green New Deal”. Menurut UNEP beberapa Negara yang
telah merespon krisis finansial dengan ekonomi hijau yaitu dengan investasi pada infrastruktur hijau, mengurangi emisi karbon misalnya :

1.Cina mengalokasikan 12% dari US$ 586 milyar paket stimulusnya untuk energiefisiensi, peningkatan kualitas lingkungan, meningkatkan 2 kali lipat pendanaan untuk pembangunan transportasi perkereta apian (low carbonemission), pembangunan jaringan listrik baru sebesar US$ 70 milyar.

2. Jerman telah melakukan pembangunan ekonomi hijau dengan meningkatkan pendanaan yang tersedia sebesar US$ 3,78 milyar untuk membiayai renovasi untuk bangunan agar menjadi bangunan hijau,mempercepat investasi pada transportasi dan mensubsidi pengembanganpembangunan per-keretaapi-an, pengelolaan air, mengurangi pajak untukbangunan hijau dan memberikan keringanan pajak keuntungan untukkendaraan yang ramah lingkungan.

3.Republik Korea
Selatan telah menetapkan “Green New Deal”, dimana
pemerintah akan menginvestasikan US$ 38 milyar untuk 4 tahun mendatang
untuk “perencanaan pertumbuhan hijau” yang terdiri dari 36 proyek besar yang
terdiri dari program pemulihan 4 daerah aliran sungai yang utama, membuat jalan sepeda, meningkatkan sampai 68000 kendaraan yang ramah lingkungan,dan mengganti sebanyak 20% lampu-lampu untuk fasilitas umum menjadilampu hemat energi dan lain sebagainya.

4.Dan menurut Hillary Clinton, pada pembukaan pertemuan pertama persiapanMajor Economies Forum bulan April 2009 yang lalu mengatakan bahwa daridana rencana recovering sebesar US$ 80 milyar digunakan untuk programrenewable energi dan energi efisiensi yang diyakini keluar dari krisis menjadi green recovery

 5.Selain itu beberapa negara berkembang seperti Bangladesh, Srilanka juga melakukan berbagai aktifitas untuk
low carbon emission
, energi effisiensi serta kebijakan fiskal memungut pajak lingkungan yang digunakan sepenuhnya untuk perbaikan lingkungan. Dengan melihat beberapa Negara yang sudah menerapkan
 green economy
atau ekonomi hijau, di sini penulis akan membahas sejauh mana Negara Indonesia menerapkan konsep
 green economy
pada pemerintah dan masyarakat-masyarakatnya.