Selasa, 29 Oktober 2013

ETHICS IN INDONESIA



 
Ethics (Ancient Greek: "ethikos", meaning "arising out of the habbit") is where something and how the main branch of philosophy which studies the value or quality is studying about standard and morals. Ethics include analysis and implementation of concept as true, false, good, bad, and responsibility.
Ethics beginifhuman reflect ethical elements in our spontaneous opinions. Need for reflection that will we feel, among other thing because we opinion ethical no seldom different with other opinion . For that need a ethics ,is to find out what must to do by human body .
On methodology, not everything can be said as ethics . Ethics need a critical attitude, methodical, and systematic in performing a reflection. Because the ethics is a science.As a science, objectfrom ethicsis behavior from human. But different with the other sciencesis also research behavior from human body, ethics have the normative point of view. The meaning of ethics from the point of view of good and bad deeds against humans.
Ethicsdevideas three principal part : meta-ethics (study concept of ethics), normative ethics (study determination the value of ethics), andapplied ethics (studyto usevaluesof ethics).
Every religioncan have ethics theologicalis unique based onwhat is believeand will be system values who adhered. In this case, between one religionwith other religion can have differentinformulate ethics theological.
Judging from the above description can be  classification about the ethics or morale norm in Indonesian , here  there vaiety of norms in Indonesian:
1.        Religion Norm
Religion Normis a rule who organize  to connect human and god and organize to connect human with other human at religion theory. Religion Norm in general drawn from the values contained in the scriptures of a religion. In Indonesian there are several scriptures of a religion which is believed by our followers,belows are kind of scripture in this country:
·         Al-Qur’anfor guidance of the Moslems
·         Injilfor guidance of the Christians both Protestant or Catholic.
·         Tripitakafor guidance of the Buddhists.
·         Wedafor guidance of the Hindi.

Religion norm functions to perfect human being becomes a good man and avoid bad things. Besides that the norm intends to the soul of human. The difference of religion norm with others is on the sanction. The sanction of religion norms is indirect, being a form of sins or revenge which are this sanctions take place when human passed away.

All religion norms contain the responsibility as follows:
·         The duty to worship
·         Help each other
·         Tolerance with other believers
·         Love and not pain each other

Below is the sample of religion norm
a)      “You may not commit  murder”.
b) “You may not commit  stealing”.
c) “You must abide to your parents”.
d) “You must be in worship”.
e) “You may not commit deceives”.




2.      Morality Norm
Morality norms is a norm arises from a heart calls of human. The breach of this norm is the contrast of human feelings that can result regret into human.Morality norm is universal and worldwide acceptably.

Belows are the sample of morality norm :
a.      “You may not steal other people’s things”.
b.      “You must be in honest”.
c.       “You must do everything good and help each other”.
d.      “You may not kill each other”.
 
3.      Politeness Norm
Politeness norm is a norm arisen and created from the society to regulate the community therefor each element of society can be tolerance. The result of breking this norm is being insulted or away from the community, because the source of this norm is from society itself. The essence of politeness norm is appropriateness, valuable or habbit in society. Politeness norm usually called common courtesy. This norm is not valid universally but only regional or particular area. What something appropriate for particular society does not mean the same for others.

Belows are the sample of politeness norm :
a.      “Give the priority seat to woman especially old women, in pregnancy, or taking a baby in public transportation”.
b.      “Do not talk when eating”.
c.       “Do not spit on the floor or street”.
d.      “The younger must respect to the older”.



Habit is a norm which the existence in society accepted as a bounded norm even not regulated or written in a rule or government. Habbit is something doing as routine daily about the same thing, regarded as a norm. Habbit in society usually regarded as a courtesy. Courtesy in society often becomes same terms of customs. Customs have become a tradition in society which function to regulate the people. Customs arise from a sacred activity which becomes a tradition but habbit is not a tradition.




ETIKA / NORMA YANG BERLAKU DI INDONESIA

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karenal.llllllkpAOIPUPP itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.
Di lihat dari uraian di atas dapat di klasifikasikan mengenai etika atau norma yang berlaku di Indonesia, berikut ini ada bermacam-macam norma yang berlaku di Indonesia, yaitu:
4.        Norma Agama
Norma agama adalah suatu aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan mengatur tingkah laku manusia dengan sesama berdasarkan pada ajaran suatu agama. Norma agama pada umumnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci suatu agama. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa kitab suci suatu agama yang sangat dipercaya oleh pengikutnya, adapun kitab-kitab suci tersebut adalah sebagai berikut:
·         Kitab Al-Qur’an dijadikan pedoman oleh pemeluk Agama Islam.
·         Kitab Injil dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Kristen protestan dan Katholik.
·         Kitab Tripitaka Kitab ini dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Budha.
·         Kitab Weda merupakan kitab suci yang dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Hindu.
Norma agama bertujuan untuk menyempurnakan manusia supaya orang tersebut menjadi baik dan selalu menjauhi hal-hal yang buruk. Disamping itu norma agama juga lebih mengarah kepada batin manusia. Adapun beberapa perbedaan yang membedakan antara norma agama dengan norma yang lain adalah terletak pada sanksinya. Sanksi untuk pelanggar norma agama biasanya tidak langsung, yakni berupa dosa, karma. Dimana sanksi ini terjadi ketika manusia sudah berhadapan dengan Tuhan.
Semua norma agama memuat beberapa kewajiban yang harus ditaati oleh manusia diantaranya adalah:
·         Kewajiban untuk beribadah
·         Saling tolong-menolong
·         Hormat-menghormati antar pemeluk agama
·         Saling mengasihi dan tak saling menyakiti

Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Kamu dilarang membunuh”.
b) “Kamu dilarang mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.

5.      Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.


Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.      “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
f.        “Kamu harus berlaku jujur”.
g.      “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
h.      “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.
 
6.      Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat-menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.       “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
f.        “Jangan makan sambil berbicara”.
g.      “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat”.
h.      “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat sering disamakan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada  pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun. Pada umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.
 



Referensi :


Minggu, 26 Mei 2013

TOEFL


      1.     This table is not sturdy enough to support a television, and that one probably isn’t neither
                                            A                     B                                    C                           D
2.   The bridge was hitting by a large ship during a sudden storm last week
A                                  B          C                  D
3.   When an university formulates new regulations, it must relay its decision to the students and faculty.
                A                                            B                      C                           D                                                                                    
4.  There is some scissors in the desk drawer in the bedroom if you need them.
          A                  B                             C                                           D
5. There were so much people trying to leave the burning building that the police had a great deal of
                 A                  B                                           C                                           D

Answer key:

1. D = Harusnya ‘either’ karena sudah didahului oleh Auxiliary negative (kata bantu negatif)

2. A = Harusnya ‘Was Hitted’ karena passive voice (kalimat pasif)

3. A = Harusnya ‘a’ saja karena U adalah semi vocal jadi articlenya adalah ‘a’

4. A = Harusnya ‘are’ karena pointer dibelakangnya ‘some’ menunjukkan banyak/ lebih dari 1

5. B = Harusnya ‘many’ karena people adalah countable noun (benda terhitung)



Minggu, 07 April 2013

SOAL TOEFL DAN JAWABANNYA


1. Lala....to visit Lili because she is now busy taking care of her sick grandmother.
a.       Are not able
b.      Was not able
c.       Has not been able * (sudah tidak bisa lagi mengunjungi lili)
d.      Having not able

2. I....sleepy but since my sister plays that rock song out loud, I am fresh as the morning dew.
a.       Is
b.      Are
c.       Was * (menyatakan hal yg terjadi waktu itu di masa lampau)
d.      Were

3. The English department is holding a farewell party for a senior lecturer....retire.
a.       Who is going to *(karena si SUBJEK baru akan retire/pensiun)
b.      Who is already
c.       Who was
d.      Whom is going to

4. The red book with the mickey mouse picture....cover belongs to my little sister.
a.       In it
b.      Along with it
c.       Over it
d.      On its * (preposisi yg tepat untuk menyatakan sesuatu yg menempel/ bersinggungan adalah on)

5. I live in Bougenville Avenue 5, ....next to the post office.
a.       Where is
b.      Which is* (karena sudah menanyakan disebelah yg mana, bukan dimana nya)
c.       There is
d.      Who is

6. I was looking for a pencil sharpener....there on the table, but now i have found it in my pocket.
a.       That was * (harus setara jika pertamanya PAST maka to be berikutnya mengikuti sebelumnya)
b.      That is
c.       That are
d.      There was

7. ....did you meet her? I thought she was out of town.
a.       Where * (menanyakan kemana, karena sudah jelas ada pointer out of town)
b.      Who
c.       How
d.      What

8. He needs three kinds of reference books. His friend lend him five books. They are....
a.       More plenty
b.      More than enough * (diberikannya lebih dari cukupy/ lebih dari yang dia butuhkan)
c.       More than plenty
d.      More than three

9. I hope to attend the seminar, however....
a.       The topic of the seminar is really interesting
b.      The keynote speaker is my friend
c.       I do not think that I want to
d.      I have already an important appoinment that day *(however digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akan menjadi objection ataupun yang bertentangan dengan statement pertama)

10. The festival would be difficult to realize because....
a.       The organizer have more money to fund it
b.      The organizer do not have enough money to fund it * (difficult berarti karena tidak punya cukup uang, bukan begitu?)
c.       The organizer have lesser fund for the festival
d.      The organizer have most money to fund it

11. Mars is covered by a stony desert that contains intense iron oxide....
a.       Making it appear red * (present participle V1.. + Ving)
b.      Makes it appearing red
c.       Made it appearing red
d.      Make it appear red

12. Indian elephants live a semi-wild existence in the jungles of Asia....
a.       Where they were using as beasts of burden
b.      Where they are using as beasts of burden
c.       Where they were use to be beasts of burden
d.      Where they are used as beasts of burden * (karena merupakan simple present yang sifatnya news/fact)

13. In 1771, Nicolas Cugnot produced what was probably the first self-powered vehicle....
a.       Driven from steam
b.      Driven by steam* (dijalankan dengan tenaga uap)
c.       Driven to steam
d.      Driven of steam

14. Some small nerves in the human body do not have insulation. Althought these smaller nerves can still pass a message....
a.       It travels much slower than an insulated neurone * (simple present yang menyatakan jauh lebih lambat )
b.      It travelling most slowly than an insulated neurone
c.       It travels slowest than an insulated neurone
d.      It travelled slow than an insulated neurone

15. The Black Prince was Edward, the son of Edward III....
a.       Whom quarrel with the French started the Hundred Years War
b.      Who was quarrel with the French started the Hundred Years War
c.       Whose quarrel with the French started the Hundred Years War * (object yang dijatuhi sesuatu)
d.      Whom quarrelling with the French started the Hundred Years War


Sumber : Great Access TOEFL Book
 Penerbit : Michele Blanc

Sabtu, 09 Maret 2013

MACAM-MACAM TENSES DAN CONTOHNYA



A. Simple Present Tenses
Walaupun Present artinya sekarang tetapi hal ini jangan ditafsirkan bahwa tindakan tersebut dilakukan pada saat ini. Tenses ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bersifat tetap, kebiasaan atau kebenaran yang hakiki. Karena sering menyangkut kejadian diwaktu lampau, sekarang dan akan datang, Tenses ini paling sedikit mempunyai keterangan waktu tertentu.
Kalimat-kalimat bahasa inggris umumnya harus mempunyai subject(s) dan predicate(p). karena itu semua Tenses akan dipormulasi seperti itu.
Rumus:
+) Subject + to be + verb I + Main verb
+) Subject + verbI +(s/es)

Ø  Contoh :
* he is handsome
(dia tampan)
* is he handsome?
(apakah dia tampan?)
* he is not handsome
(dia tidak tampan)
Simple Present Tense dipakai ketika:
• Kejadiannya bersifat umum, atau
• Terjadi sepanjang waktu, atau kebiasaan di masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang, atau
• Kejadiannya tidak hanya terjadi sekarang, atau
• Bersifat kebenaran umum, yang orang lain tidak dapat menyangkal lagi akan kebenarannya.
B. Present Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini. Kalimat-kalimat dalam Tenses ini lebih sering dipakai dari pada present Tenses.
Rumus:
subject + to be (is, am, are) + kata kerja + ing
Tense ini dipakai untuk menjelaskan tentang:
• Kejadian yang sedang terjadi sekarang, atau
• Kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang

Ø  Contoh :
+) She is cooking in the kitchen.
(dia sedang memasak di dapur)
-) She is not cooking in the kitchen
(dia tidak sedang memasak di dapur)
?) is she cooking in the kitchen?
(Apakah dia sedang memasak di dapur?)

C. Present Perfect Tense
Rumus:
subject + have + past participle (Kata Kerja Bentuk ke-3)
Tense ini digunakan untuk:
• Pengalaman
• Perubahan
• Situasi Yang berkelanjutan
Atau untuk menunjukan suatu peristiwa yang selesai pada waktu yang singkat (baru selesai)
Ø  Contoh:
+) they have met me
(mereka sudah menemui saya)
?) have they met me?
(apakah mereka sudah menemui saya?
-) they have not met me
( mereka belum menemui saya)
D. Present Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + have / has + been + K.Kerja + ing
Kita menggunakan Tense ini untuk menjelaskan:
• Satu kejadian/kegiatan yang baru saja berlangsung
• Satu perbuatan yang berlangsung hingga sekarang (pada saat bicara masih terjadi)
Ø  Contoh:
+) They have been playing football
(Mereka telah sedang bermain sepakbola)
-) They have not been playing football
(merka telah tidak sedang bermain sepakbola)
?) have they been playing football?
( Apakah merka telah sedang bermain sepakbola?)
E. Simple Past Tense
Rumus Kalimat Positif:
subject + Kata Kerja Bentuk ke – 2
Rumus Kalimat Negatif :
subject + did + not + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Rumus Kalimat Tanya:
Did + subject + Kata Kerja Bentuk ke – 1
Pengecualian: Ketika Predikat suatu kalimat bukan kata kerja, maka pengganti kata kerja tersebut adalah was (I, she, he, it) dan were (we, you, they).
Ø  Kapan kita memakai Simple Past Tense?
Kita memakai Tense ini untuk membicarakan tentang satu perbuatan yang terjadi di masa lampau.

Ø  Contoh:
+) They were student last year
(mereka pelajar tahun lalu)
-) they were not student last year
(mereka bukan pelajar tahun lalu)
?) were they student last year?
(apakah mereka pelajar tahun lalu?)
F. Past Continuous Tense
Ø  Rumus:
subject + was, were + Kata Kerja + ing
Kapan kita menggunakan Tense ini?
Tense ini menggambarkan suatu tindakan atau kejadian pada waktu tertentu di masa lampau.

Ø  Contoh:
+)We were joking.
-) We were not joking
?) Were we joking?
G. Past Perfect Tense
Rumus:
had + subject + Kata Kerja Bentuk ke – 3
Kapan kita menggunakan Past Perfect Tense?
Tense ini mengekspresikan tindakan di masa lalu sebelum tindakan lain terjadi, namun kejadiannya di masa lampau.
Contoh:
Ø  I had listen the radio when you come here
(aku sudah mendengar radio sebelum kamu datang)
Ø  When he came last night,the cake had run out                                               (ketika dia datang semalam, kue sudah habis)
Ø  I had already had breakfast by the time he picked me up                                 (saya telah sarapan ketika dia menjemput)
H. Past Perfect Continuous Tense
Rumus:
subject + had + been + Kata Kerja + ing
Kapan Kita menggunakan Past Perfect Continuous Tense?
Tense ini sama pemakaiannya dengan Past Perfect Tense, namun mengekspresikan tindakan-tindakan yang lebih lama di masa lampau sebelum tindakan lain terjadi.
Ø  Contoh:
She had been helping me when they went to scool.
(dia telah sedang membantu saya ketika mereka telah pergi ke sekolah)
Ø  She was annoyed since she had been waiting for 2 hours on the bus station.                                                                                       (dia kesal karena telah menunggu selama 2 jam di halte bus)
Ø  By the time the teacher came,the students had been reading a half part of the text.                                                                                             (pada waktu guru datang,para siswa telah membaca separuh bagian dari teks)
Ø  I had been working with my computer all day, and all i wanted to do was eat some chocolate.                                                                                                    (saya telah bekerja dengan komputer sepanjang hari,dan yang ingin saya lakukan adalah makan coklat)

Sumber : Buku Pintar Tenses

Senin, 11 Februari 2013

MRT


Sudah hampir tiga minggu warga Bogor-Jakarta terpaksa harus mencari alternatif alat transportasi lain sebagai pengganti kereta api. Sampai saat ini kereta api tidak dapat melintas sampai tujuan Bogor dikarenakan adanya tanah longsor di stasiun Cilebut, jadwal kereta pun tidak dapat dipastikan. Walhasil para warga yang sehari-hari menggunakan transportasi ini harus beralih ke alat transportasi yang lain.
Kereta api sudah menjadi alat transportasi andalan bagi sebagian besar warga Bogor yang bekerja di Jakarta. Selain tarifnya yang bersahabat, moda transportasi ini juga anti macet dan lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi yang lain. Namun, tak jarang juga alat transportasi ini mengalami gangguan seperti gangguan sinyal, ada salah satu kereta yang mogok, ada kecelakaan, dan sebagainya. Selain banyaknya gangguan, dari segi kenyamanan pun dirasakan kurang.
Dengan adanya berbagai kendala transportasi ini pemerintah berusaha menyediakan alternatif alat transportasi yang lebih baik. Diharapkan dengan adanya pembangunan MRT Jakarta bisa menjadi solusinya. Namun, lagi-lagi rencana tidak semulus harapan. Diperkirakan harga tiket MRT sebesar Rp 38 ribu, tarif ini sudah dipastikan akan memberatkan masyarakat. Apalagi tujuan membangun MRT adalah agar dapat mengangkut masyarakat yang sebagian besar berpenghasilan rendah, untuk itu sebaiknya harga tiket pun disesuaikan dengan kemamapuan masyarakat umum. Jangan sampai fasilitas umum ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas saja.
Untuk mengatasi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan berusaha meminta subsidi dari pemerintah. Jokowi akan meminta bantuan pemerintah pusat melalui Menkeu agar bisa memberikan 70 persen subsidi tiket MRT. Jika mendapatkan subsidi harga tiket menjadi Rp 18 ribu, kalau ada subsidi lagi menjadi Rp 15 ribu. Namun sebenarnya harga tiket ini masih mahal dibanding dengan tarif MRT di negara-negara lain.
Selain mengharapkan subsidi dari pemerintah, ada alternatife lain yang dapat ditempuh untuk menurunkan harga tiket MRT yaitu dengan mengajak kerja sama dengan pihak swasta. Dengan bekerjasama dengan pihak swasta, hal ini dapat menghemat biaya dan bisa ditanggung bersama dan membuka para pengusaha properti untuk berpartisipasi. Sayang kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan oleh pengusaha nasional, kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit. Alternatif ini memang salah satu solusi yang bisa dijalankan, jika solusi ini masih belum bisa menurukan harga tiket, maka subsidi dari pemerintah tetap dibutuhkan agar proyek MRT dapat terwujud.